Status Miring Sebagian Orang Tentang Hafal

Status Miring Sebagian Orang Tentang Hafal Al-Quran

Spread the love

storyislam.comStatus Miring Sebagian Orang Tentang Hafal Al-Quran – Baru-baru ini. Banyak teman-teman facebooker memposting status dihalaman facebooknya yang memojokkan dan menyindir-nyindir hafal Al-Quran. Seolah-olah menghafal Al-Quran bukanlah sesuatu yang baik, tidak ada guna, tidak berfaedah dan tidak bermanfaat. Sungguh sangat miris dan kasihan orang-orang seperti ini.

Pekerjaan yang sangat mulia dan hukumnya adalah fardhu kifayah ini dipojok-pojokkan dan dianggap sinis. Bahkan ada orang yang sangat anti dan alergi dengan sesuatu yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah saw. Dan dijanjikan pahala besar oleh Allah swt.

Baca Juga : Membaca Al-Quran Dengan Bertajwid Hukumnya Fardhu ‘Ain

Sampai-sampai mereka yang hafal Al-Quran diwanti-wanti dan dicurigai sebagai kelompok wahabi. La ilaha illallah.. dan Hadis tentang kaum Khawarijpun tak luput dijadikan sebagai batu untuk dilemparkan kepada mereka-mereka yang hafal Al-Quran.. Na’uzubillahi min zaalik..

Memang menghafal Al-Quran saja tidak cukup. Kalau tidak dibarengi dengan belajar ilmu-ilmu yang berkaitan dengan kewajiban harian seorang hamba dengan Rabbnya. Ini benar. Dan tidak ada orang yang dapat menyangkalnya. Bahkan Al-Imam Hasan Bashri mencela kalau anak-anak hanya dihafalkan Al-Quran saja tanpa diajari adab,

Status Miring Sebagian Orang Tentang Hafal Al-Quran – Namun apa salahnya..? kalau anak-anak diusia dini difokus dulu Hafalan Al-Qurannya setahun dua tahun, atau katakanlah tiga tahun. Sampai usianya sepuluh tahun..?. Setelah itu dia diajari kitab-kitab ilmu agama. Seperti kitab Matan Safianah, Matan Abi Syuja’. Tentang ilmu Fiqih, matan Aqidatu’awam tentang Tauhid, mata Jarumiyyah tentang ilmu Nahu dan seterusnya sampai ke tingkat yang tinggi…? 

Baca Juga : Menghafal Al-Quran Hukumnya Fardhu Kifayah

Dan dalam tempo waktu tiga tahun itu. Bisa juga sambil bermain atau santai-santai, kita ambil waktu dalam satu hari lima menit saja atau taroklah sepuluh menit. Buat kita bincang-bincang dengan anak-anak tentang adab, tentang shalat, serta nyanyi-nyanyi Aqidah lima puluh.

Namun sayang. Ini hanya dapat dipraktikkan oleh keluarga yang pemimpin keluarganya adalah hafal Al-Quran. Dan orang-orang yang punya tekat dan cita-cita yang kuat agar anaknya ‘Alim dan bisa Hafal Al-Quran, walaupun dia tidak Hafal Al-Quran.

Naah..! Dari sini, sangat tidak bijak dan salah kaprah orang-orang yang membuat pernyataan, atau status dihalaman media sosialnya yang menyindir dan memojok-mojok Hafal Al-Quran. Karena semakin hari semakin banyak orang-orang yang menyukai anak-anaknya dihantarkan ke pondok pesantren yang didalamnya ada tahfizh Al-Quran. Dan pasti mereka akan marah terhadap orang-orang yang membuat pernyataan yang kontroversial seperti itu. 

 42 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *