MEMBACA AL-QURAN DENGAN BERTAJWID HUKUMNYA

Membaca Al-Quran Dengan Bertajwid Hukumnya Fardhu ‘Ain

Spread the love

storyislam.com – Membaca Al-Quran Dengan Bertajwid Hukumnya Fardhu ‘Ain – Beberapa bulan yang lalu yaitu pada tanggal 24 januari 2020 kami mendapat undangan kenegara Brunai Darussalam untuk menghadiri acara maulid yang diadakan oleh warga Aceh yang ada disana. setelah lima hari kami berada dinegara kecil tersebut, kami pulang dan singgah dinegara Malaysia dengan tujuan yang sama yaitu silaturrahim dan menghadiri Acara Maulid dibeberapa tempat dikawasan Kuala Lumpur dan kajang.

Jadwal kami di negara ini juga lima hari, dalam waktu yang sangat singkat ini saya pribadi menyempatkan waktu satu hari satu malam untuk bersilaturrahim ketempat salah seorang guru kami yang berasal dari negeri Yaman. Yaitu Syeikh Abdullah Al-Jarhazi AZ-Zabidi yang selami ini menetap di Lot 1418. Kompleks Islam Darul Faizin, Kampung Bukit Aping. Mukim Bagan Samak 09800 Lubok Buntar, Serdang, Kedah. Sekitar tujuh jam dari Kuala Lumpur dengan bus dan sambung kereta api.

Baca Juga : Menghafal Al-Quran Hukumnya Fardhu Kifayah

Selain tujuan silaturrahim saya juga ingin memperbaiki kembali Bacaan Al-Quran yang sudah lama tidak lagi menyetor langsung ketelinga syeikh.

Namun sebelum menyetor bacaan, syeikh lebih dahulu menyampaikan sedikit muqaddimah tentang tajwid, dan saya selingi dengan beberapa pertanyaan yang saya rangkum dibawah ini :

Muqaddimah Syeikh

Syeikh : Alhamdulillah wash-shalaatu wassalaamu ‘Ala Rasuulillah..

Berkata Imam Ibnul-Jazari rahimahullahu Taala :   : مَنْ لَمْ يُجَوِّدِ اْلقُرْاَنَ آثِمُوَاْلاَخْذُ بِالتَّجْوِيْدِ حِتْمٌ لاَزِم      (membaca Al-Quran dengan bertajwid hukumnya mesti dan wajib dan barang siapa yang tidak mentajwidkan bacaan Al-Quran maka ia berdausa.

Nyakni coba perhatikan..! para ulama mengatakan belajar ilmu tajwid hukumnya fardhu kifayah, belajar ilmu tajwid secara umum adalah fardhu kifayah, tapi baca Alquran dengan bertajwid hukumnya fardhu ‘ain.

Misalnya ada anak kecil, dia tidak tau idgham, tidak tau ikhfa, tidak tau Iqlab.

tapi bacaannya bagus, tak payah, tidak apa apa,  ngerti tuan..?

Misalnya ada anak kecil bacaan fatihahnya bagus, engkau tanyak dia idgham, tak tau

Iqlab, tidak mengerti,ikhfa takkenal, tapi bacaannya bagus.

karena itu baca Al-Quran dengan bertajwid hukumnya fardhu ‘ain begitu kata ulama,

kenapa.? dan ini bukan perkataan saya.

Baca Juga : Kriteria Orang Yang Mengimami Shalat Berjamaah

Saya :Pada fatihah dan surat-surat yang lain..?

Syeikh : Al-fatihah dan surat-surat yang lain.. bukan Al-Fatihah saja, fatihah dan yang lainnya.

berkata Imam Al-Jazari di matan Al-Jazariyyah     وَاْلاَخْذُ بِالتَّجْوِيْدِ حِتْمٌ لاَزِمُ

coba perhatikan حَتْمdan لاَزِمberiringan, Apa makna   حتم..?   

Saya :Wajib, 

Syeikh :Nah.. begitu juga makna لازمditegaskan sekali lagi. حَتمٌ  لاَزِم

مَنْ لَمْ يُجَوِّدِ اْلقُرْاَنَ آثِمُ

Barang siapa yang tidak membaca Al-Quran dengan bertajwid dia berdausa. Oke.. Ini pertanyaan : Orang baca Al-Quran untuk apa..? untuk mendapatkan   حَسَنَات (kebaika-kebaikan), benar..?  

Saya :  Yaa syeikh..

Syeikh :Rasulullah saw bersabda :

مَنْ قَرَأَ حَرْفاً مِنْ كِتاَبِ اللهِ فَلَهُ بِهِ عِشْرُ حَسَناَتٍ

“Barang siapa yang membaca satu Huruf dari Kitabullah maka baginya balasan sepuluh kebaikan”.

karena itu orang membaca Al-Quran untuk mendapatkan kebaikan.

oke apa syaratnya ? Dia harus membaca Al-Quran dengan bertajwid,

jika tidak membaca Al-Quran dengan bertajwid dia akan mendapatkanسيئات  (kejahatan-kejahatan), tidak membaca Al-Quran dengan bertajwid dia mendapatkan dosa. Nauzubillah.

Kenapa..? Dan ini bukan ucapan saya, Imam Ibnul-Jazari yang mengucapkannya

 مَنْ لَمْ يُجَوِّدِ اْلقُرْانَ آثِم (barang siapa yang tidak mentajwidkan bacaan Al-Quran maka ia berdausa).

coba perhatikan baik-baik itu kalimat  آثمُ  (berdausa)  .

Belajar ilmu tajwid tadi kita katakan Fardhu kifayah, akan tetapi membaca Al-Quran dengan bertajwid hukumnya adalah Fardhu ‘Ain. dalam surat Al-Fatihah dan surat-surat yang lain, dengan syarat semuanya harus bertajwid, membaca Al-Quran dengan bertajwid dalam surat fatihah dan surat-surat lainnya.

Baca Juga : Kisah Tsa’labah, Antara Dha’if Dan Dusta

Saya :  Saya mendengar didaerah saya ada orang mengatakan bahwa membaca Al-Qurandengan bertajwid atau mengenal tajwid dalam Fatihah saja yang Fardhu ‘Ain, pada selain fatihah fardhu kifayah, dan kalau tidak berobah makna tidak berdausa.. katanya..?

Syeikh :Apa kata imam Al-jazari مَنْ لَمْ يُجَوِّدِ اْلفَاتِحَة…؟

Apa katanya..? 

مَنْ لَمْ يُجَوِّد اْلقُرْانَ آثِمُ  (barang siapa yang tidak mentajwidkan bacaan Al-Quran).  Hahh coba lihat..!! Dengan dalil firman Alla-swt وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيْلاً    (dan bacalah Al-Quran dengan tartil) Tartil yaitu tajwid.

Sedangkan tidak berobah makna, itu kesalahan yang tidak ada kaitannya dengan Makhrajul-huruf, namun apabila kesalahan itu berkaitan dengan makhrajul-huruf itu tidak ada celah untuk tidak berobah makna.

kesalahan yang tidak berobah makna itu, yang berkaitana dengan Ghunnah, izhar, idgham, iqlab, ikhfa, dan lain-lain.

itupun tidak dimaafkan apabila kesalahan itu terus dibiarkan tanpa ada usaha untuk memperbaikinya seperti kata Imam Ibnul-Jazari  وَلَيْسَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ تَرْكِهِ   اِلَّا رِيَاضَةٌ امْرِئٍ بِفَكِّهِ(dan tidak ada diantaranya dan meninggalkannya pemaafan kecuali usaha seseorang untuk membenarkannya).

Baca Juga : Mengenal Sahabat Nabi Muhammad SAW

Okey.. sekarang kita bicara tentang devinisi tajwid.

Ta’rif tajwid sebenarnya ma’ruf, tapi kita ambil satu ta’rif saja yang ma’ruf dari saidina ‘Ali karramallahu wajhahu, beliau berkata : Tajwid adalah تَجْوِيْدُ اْلحُرُوْف وَمَعْرِفَةُ الْوُقُوْف

Tajwid huruf ma’ruf yaitu tentang makhrajul-huruf dan lain2nya sedangkan mengenal tempat2 waqaf, misalnya tidak boleh seseorang memulai membaca Al-Quran dengan kalimat   انا اللهatau waqaf dikalimat   إِنِّيْ كَفَرْتُayat tentang syaithan.

kalau dia waqaf disini mengwaham kepada sipendengar dia sudah kafir.

dan kalimat   اَناَ اللهmengwaham sipendengar dia mengatakan dirinya adalah Allah.

Dan bab mengenal waqaf dan ibtida’ dalam ilmu tajwid sangat penting sekali.

Dan akan tetapi kata ulama waqaf lazim dan lainnya kita tidak berdosa tidak waqaf disitu,

misalnya seseorang waqaf dimana saja atau kalau ada orang membaca Al-Quran dari awal sampai khatam dengan satu nafas, boleh tidak berdausa, tidak apa-apa.

Okey ada pertanyaan penting.. adakah nabi mengajarkan para sahabat ilmu tajwid..?

Saya :tidak.. tidak.. 

Syeikh :kenapa..? 

Saya :karena mereka sudah bertajwid. 

Syeikh :Bagaimana mereka bertajwid..? 

Saya :Artinya bahasa mereka, kefasihan mereka tidak butuh ilmu tajwid.

Syeikh :Orang Arab sesudah mereka bahasa mereka juga bahasa Arab, tapi kenapa banyak juga yang tidak belajar ilmu tajwid…?

Saya : saya diam tidak menjawab.

Baca Juga : Hamzah Fanzuri Ulama Besar Kerajaan Aceh

Syeikh :Ini boleh jadi, tapi yang pertama seperti yang kita katakan tadi yaitu belajar ilmu tajwid fardh..?  Fardhu kifayah dan membaca Al-Quran dengan bertajwid fardhu ‘….? Ain.

karena itu yang sangat penting dalam membaca Al-Quran adalah Talaqqi.

Yaitu engkau mendengar dari syeikh membaca بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

engkau tidak tau sifat-sifat huruf, sin sifatnya hams, ba jahr, dan nun ghunnah, ra tafkhim/tarqiq, ha hams dan sampai seterusnya, akupun tidak mengajarimu ini,saya hanya membaca kepadamuبِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

dan enkau membaca. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم  jadi engkau sudah mendengar, sudah talaqqi, sudah benar, silakan baca.

syarat yang palig mendasar dalam membaca Al-Quran adalah talaqqidan musyafahah.

selanjutnya belajar ilmu tajwid juga menjadi syarat dalam membaca Al-Quran.

Nabi tidakmengajarkan sahabatnya ilmu tajwid, benar, karena alasan pertama adalah bahasa mereka adalah bahasa arab dan alasan kedua adalah talaqqi.

nyakni nabi mendengar Al-Quran dari saidina Jibril dan nabi memperdengarkannya kepada sahabt-sahabtya, sahabat membaca Al-Quran dihadapan nabi saw, dan dari shahabat turun temurun talaqqinya sampai kehadharat kita. 

kemudian manakala bercampur orang arab dengan orang ajam dan bahasa Arab mulai kena dampaknya, maka mulai lahirlah ilmu tajwid. wallahua’lam

sekian.!   

وَاْلاَخْذُ بِالتَّجْوِيْدِ حِتْمٌ لاَزِم  :مَنْ لَمْ يُجَوِّدِ اْلقُرْاَنَ آثِمُ

 323 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *